Pilih Pompa Air yang Lebih Tepat

Tool ini merangkum panduan teknis dari artikel Tips Pemilihan Pompa Air Rumah Tangga. Jawab 6 pertanyaan singkat, lalu Anda akan mendapat rekomendasi tipe pompa, catatan daya listrik, dan langkah aman sebelum membeli.

Langkah 1 dari 6

1. Sumber air utama Anda apa?

Ilustrasi sumber air (sumur, PDAM, tandon)

Pilih sumber utama yang paling sering dipakai. Booster cocok untuk distribusi dari PDAM atau tandon atas, bukan untuk mengangkat air dari tandon bawah.

2. Perkiraan kedalaman permukaan air dari posisi pompa

Ilustrasi kedalaman air (meter)

Yang dihitung adalah permukaan air saat dipompa, bukan total kedalaman sumur.

3. Bangunan dan kebutuhan air

Ilustrasi kebutuhan bangunan (kamar mandi, lantai)

Ini membantu estimasi debit dan stabilitas tekanan.

4. Ketinggian toren / titik tertinggi dari posisi pompa

Ilustrasi tinggi toren/tinggi head

Semakin tinggi head, semakin besar kebutuhan dorong pompa.

5. Daya listrik terpasang di rumah

Ilustrasi kapasitas listrik (panel, meter)

Arus start pompa bisa lebih tinggi dari daya nominal.

6. Prioritas utama Anda apa?

Ilustrasi prioritas (hemat, tekanan, awet)

Prioritas ini dipakai untuk menyesuaikan opsi rekomendasi.

FAQ Pilih Pompa Air

Bagaimana cara memilih pompa air rumah tangga yang tepat?

Pilih berdasarkan sumber air, beda tinggi/head dorong, kebutuhan debit bangunan, dan kapasitas listrik. Tool ini membantu memberi rekomendasi awal yang lebih aman sebelum memilih produk.

Kapan perlu menggunakan booster pump?

Booster umumnya dipakai untuk meningkatkan tekanan distribusi dari tandon atas. Untuk kasus PDAM, booster dipertimbangkan hanya jika tekanan aktual tidak stabil atau tidak cukup di titik pakai.

Apakah daya listrik rumah memengaruhi pilihan pompa?

Ya. Selain daya nominal pompa, perlu mempertimbangkan daya start yang biasanya lebih tinggi. Pastikan kapasitas listrik aman saat pompa menyala bersamaan dengan beban lain.